Sabtu, 14 Februari 2015

Tugas Sekolah Naskah Drama Bhs Jawa


contoh drama bahasa jawa
Berikut ini adalah contoh naskah drama bahasa jawa yang saya temukan dari pencarian di google , dalam naskah berikut terdapat bebrapa judul dan tema drama tersebut , berikut di bawah link download :
Contoh Naskah Drama Bhs Jawa unduh disini
Drama bahasa jawa Kelangan Jam unduh disini
Drama bhs jawa Nang Pos Kamping unduh disini
Naskah Drama Bahasa Jawa tentang kehidupan sehari unduh disini

Naskah drama bahasa jawa terbaru
naskah drama untuk 4 ( empat ) orang  berjudul tukang koran oleh Adisti Primmaulinda download
drama b jawa judul budheg 4 anak klik untuk download  

Tugas Sekolah Tentang Lempar Cakram

presentasi lempar cakram ppt unduh disini
lempar cakram docx  lengkap unduh disini




Rabu, 04 Februari 2015

Pengertian dan Jenis-jenis Sekring Listrik


Di dalam sebuah instalasi misalnya ( untuk penerangan )Kawat –kawat penghubungnya akan mengadakan kesusutan tegangan , karena di dlm hambatan di kawat itu mengalir arus . agar kesusutan tegangan itu tdk melebihi harga yang tertentu , (biasanya 2 % untuk hubungan penerangan dan 5 % untuk hubungan tenaga ) , maka dapat dihitung ukuran kawat yang harus dipakai karena timbulnya kesusutan tegangan ini arus membangkitkan panas dalam kawat.meskipun hawa di sekitar kawat akan mendinginkan kawat itu tetapi perlu juga di perhatikan agar pemanasan kawat tidak melebihi batas .
Dalam praktek kawat penghantar luar untuk transmisi yang terdiri dari kawat polos ( tembaga atau alumunium ) yang dipasang pada isolator 2 diatas tiang yg tinggi dianggap dapat mengalirkan arus yang besar kalu dibandingkan dengan kabel tanah yg mempunyai ukuran yg sama. untuk kawat instalasi rumah yg menggunakan kawat berbungkus karet (NGA) yg dimasukkan dlm pipa besi . batas arus ini lebih kecil lagi untuk ukuran kawat yg sama agar arus yg mengalir di dlm kawat 2 itu setelah dihitung baik 2 dlm keadaan ada gangguan tdk membahayakan maka digunakan pengaman instalasi .
Sekring
Pengaman yg paling sederhana ialah dgn sekring sampai teganagan 6000 volt sekring digunakan dgn biasa hingga 200 a juga untuk tegangan 30 kv sekring masih digunakan untuk arus hingga 80 a tetapi yg biasa digunakan sehari ialah sekring dari 6,10 ,15,20,25 a . selanjutnya terdapat sekring untuk 35,60,80,100,160,225,400a .
Selembar atau beberapa lembar kawat perak dipasang di dlm bumbung keramik atau kaca yang diisi pasir putih dan menghubungkan kawat arus hingga arus melaluinya kalu arus ini melampaui batas yg diperkenankan , maka kawat ini akan putus dan arus yg membahaykan itu akan diputuskan . pada waktu kawat putus terjadi busur api segera dipadamkan oleh pasir yg berada di tabung itu. 3 macam sekring terdapat dlm praktek yakni
1 sekring uliran , 2 sekring tabung yang berupa sekring pemisah dan di atas 100a , dipergunakan sekring jalur yg terdiri dari jalur perak . untuk arus 2 kecil misalnya radio atau alat yang serupa terdapat sekring dari setengah ampere 1a atau 2a . harga 2 tersebut diatas bukan harga arus yg dapat memutuskan sekring tersebut, tetapi harga nominal yg berarti bahwa sekring itu boleh mengalirkan sebesar harga itu dgn tdk putus.arus yg besarnya 25 % Diatas harga itulah yg akan memutuskan sekring itu yg disebut harga batas
Jenis-jenis sekring
Sekring uliran pertama ialah sekring tertutup. Sekring ini berupa satuan yg mempunyai kaki edison sekring ini diulirkan kedalam sekring (elemen). Kawat perak didlmnya terdiri dari 2 lebar kawat .sebuah diantaranya lebih halus daripada yg lain keduanya menghubungkan tumit sekring itu dengan kaki sekring . kawat yg halus dibelokkan melalui pengisyarat pada kepalanya kalu kawat halus itu putus, maka pengisyaratan itu tertekan oleh pegas dan orang mengetahui sekring itu putus. 
Sekring tabung tdk banyak bedanya dalam prinsip sekring peluru , hanya untuk arus dan tegangan yg besar lebih sesuai karena ukurannya yang lebih besar.pemasangan tdk lagi menggunakan pemegang sekring dan kepala sekring , tetapi hanya kedua ujung sekring tabung itu saja dibuat daripada tembaga yg dilapis nikel dan pemegangnya berupa jepitan sekring ini juga diisi pasir putih , dan kawat yg digunakan menurut harga batasnya sekring ini dibuat untuk arus mulai 60a . pemasangan dapat dilakuknan pada dinding dgn menggunakan pelat. Kalu dipasang pada papan saklar maka isolator 2 pemegang kontak kontak berpegas itu langsung dipasang pada papan saklar dan dari belakang dipasang dgn menggunakan cincin dan mur . 
sekring terbuka ialah sekring tabung yang tdk bertutup pada ujung2 nya dan didlmnya tdk berisi pasir tabungnya biasa dibuat dari bahan keramik ,porselin atau kaca . kontak kontak pada ujungnya diberi baut untuk mengikat kawat sekring , kawat ini pada kedua ujungnya diberi sepatu untuk memudahkan pemasangannya . cara pemasangan sekring ini dilakukan dgn tang sekring . untuk tegangan hingga 500 f dapat pula dimasukkan atau dimasukkan dgn tangan . kontak2 berupa pisau2 yg dapat dijepit pd jepitan pemegang sekring
sekring tangkai dapat merupakan sekring bumbung , sekring terbuka atau sekring dgn bentuk lain yg diperlengkapui dgn tangkai untuk pegangan pd waktu pemasangan atau pencabutan sekring itu. Sekring jalur ialah sekring yg tdk dilindungi sama sekali dan hanya dipasang di dlm perkakas2 yg tertutup atau untuk papan saklar yg tdk penting . sekring jalur ini terdiri dari satu atau beberapa jalur yg dipersatukan ujung2nya dgn sepatu untuk dipasang pd jepitan2. 
Sekring pemisahialah sekring 2 yg digabungkan dgn saklar pemisah . biasanya sekringnya berupa sekring tabung dgn kontak2 yg berupa pusau , dapat dicabut pd sebuah ujungnya dan berupa setengah engsel pd ujung yg sebelah lagi . kalu tdk putus , maka sekring ini dapat di keluar masukkan seperti saklar pemisah , tetapi kalu sekring itu putus , setelah dicabut seperti saklar pemisah, engselnya dapat dikeluarkan dari jepitannya dgn mudah . sekring pemisah ini mulai banyak dipergunakan orang karena untuk instalasi tenaga yg besar sangat menghemat biaya dan tempat. Pemasangannya dapat dgn beberapa jln . umunmnya seluruhnya dipasang diatas isolator2 untuk tegangan2 yg cukup tinggi .
Itulah Pengertian dan jenis-jenis sekring , semoga bermanfaat

Jumat, 30 Januari 2015

Pembahasan Soal UN SMP SMA SMK dari Pakanang

Pembahasan Ujian Nasional 2015 dari Pak Anang

Ujian Nasional
Ujian Nasional
    Dalam postingan kali ini hanya menyediakan link menuju soal ujian nasioanal maupun sbmptn , osn guru dan juga pembahasan ujian nasional smp sma dan smk saya berharap bisa memudahkan untuk mencari referensi kumpulan soal , semoga bisa sukses amien.

    Pembahasan Soal Ujian Nasional SMK (UN SMK)

    Update terbaru silahkan menuju link ini untuk mendownload soal sbmptn lengkap bagi anda yang membutuhkan terdapat puluhan soal SBMPTN beserta kunci dan pembahasan  klik disini soal sbmptn

      Senin, 26 Januari 2015

      Pengertian PLC Keuntungan PLC Kerugian PLC Bagian-bagian PLC

      Pengertian PLC Keuntungan PLC Kerugian PLC Bagian-bagian PLC
      PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

      Pengertian PLC Keuntungan PLC Kerugian PLC Bagian-bagian PLC

      Pengertian PLC

      Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam . Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog .

      Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :

      1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.

      2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.

      3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.

      PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.

      Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum dan secara khusus . Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
      1. Sekuensial Control . PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.

      2. Monitoring Plant . PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.                     

      Sedangkan fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.          

      Prinsip kerja sebuah PLC
      adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya.

      Keuntungan dan Kerugian PLC

      Dalam industri-industri yang ada sekarang ini, kehadiran PLC sangat dibutuhkan terutama untuk menggantikan sistem wiring atau pengkabelan yang sebelumnya masih digunakan dalam mengendalikan suatu sistem.

      Dengan menggunakan PLC akan diperoleh banyak keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut:
      Fleksibel
      Pada masa lalu, tiap perangkat elektronik yang berbeda dikendalikan dengan pengendalinya masing-masing. Misal sepuluh mesin membutuhkan sepuluh pengendali, tetapi kini hanya dengan satu PLC kesepuluh  mesin tersebut dapat dijalankan dengan programnya masing-masing.

      Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah
      Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi maka pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dalam waktu yang relatif singkat, setelah itu didownload ke PLC-nya. Apabila tidak menggunakan PLC, misalnya relay maka perubahannya dilakukan dengan cara mengubah pengkabelannya. Cara ini tentunya memakan waktu yang lama.

      Jumlah kontak yang banyak
      Jumlah kontak yang dimiliki oleh PLC pada masing-masing coil lebih banyak daripada kontak yang dimiliki oleh sebuah relay.

      Harganya lebih murah
      PLC mampu menyederhanakan banyak pengkabelan dibandingkan dengan sebuah relay. Maka harga dari sebuah PLC lebih murah dibandingkan dengan harga beberapa buah relay yang mampu melakukan pengkabelan dengan jumlah yang sama dengan sebuah PLC. PLC mencakup relay, timers, counters, sequencers, dan berbagai fungsi lainnya.

      Pilot running
      PLC yang terprogram dapat dijalankan dan dievaluasi terlebih dahulu di kantor atau laboratorium. Programnya dapat ditulis, diuji, diobserbvasi dan dimodifikasi bila memang dibutuhkan dan hal ini menghemat waktu bila dibandingkan dengan sistem relay konvensional yang diuji dengan hasil terbaik di pabrik.

      Observasi visual
      Selama program dijalankan, operasi pada PLC dapat dilihat pada layar CRT. Kesalahan dari operasinya pun dapat diamati bila terjadi.

      Kecepatan operasi
      Kecepatan operasi PLC lebih cepat dibandingkan dengan relay. Kecepatan PLC ditentukan dengan waktu scannya dalam satuan millisecond.

      Metode Pemrograman Ladder atau Boolean
      Pemrograman PLC dapat dinyatakan dengan pemrograman ladder bagi teknisi, atau aljabar Boolean bagi programmer yang bekerja di sistem kontrol digital atau Boolean.

      Sifatnya tahan uji
      Solid state device lebih tahan uji dibandingkan dengan relay dan timers mekanik atau elektrik. PLC merupakan solid state device sehingga bersifat lebih tahan uji.

      Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol
      Dalam PLC juga terdapat counter, relay dan komponen-komponen lainnya, sehingga tidak membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer ataupun komponen-komponen lainnya sebagai peralatan tambahan.

      Dokumentasi
      Printout dari PLC dapat langsung diperoleh dan tidak perlu melihat blueprint circuit-nya. Tidak seperti relay yang printout sirkuitnya tidak dapat diperoleh.

      Keamanan
      Pengubahan pada PLC tidak dapat dilakukan kecuali PLC tidak dikunci dan diprogram. Jadi tidak ada orang yang tidak berkepentingan dapat mengubah program PLC selama PLC tersebut dikunci.

      Dapat melakukan pengubahan dengan pemrograman ulang
      Karena PLC dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampur dapat diselesaikan. Misal bagian B akan dijalankan tetapi bagian A masih dalam proses, maka proses pada bagian B dapat diprogram ulang dalam satuan detik.

      Penambahan rangkaian lebih cepat

      Pengguna dapat menambah rangkaian pengendali sewaktu-waktu dengan cepat, tanpa memerlukan tenaga dan biaya yang besar seperti pada pengendali konvensional.

      Selain keuntungan yang telah disebutkan di atas maka ada kerugian yang dimiliki oleh PLC, yaitu:

      Teknologi yang masih baru

      Pengubahan sistem kontrol lama yang menggunakan ladder atau relay ke konsep komputer PLC merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang

      Buruk untuk aplikasi program yang tetap

      Beberapa aplikasi merupakan aplikasi dengan satu fungsi. Sedangkan PLC dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Pada aplikasi dengan satu fungsi jarang sekali dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali, sehingga penggunaan PLC pada aplikasi dengan satu fungsi akan memboroskan (biaya).

      Pertimbangan lingkungan

      Dalam suatu pemrosesan, lingkungan mungkin mengalami pemanasan yang tinggi, vibrasi yang kontak langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan hal ini bila terjadi terus menerus, mengganggu kinerja PLC sehingga tidak berfungsi optimal.

      Operasi dengan rangkaian yang tetap

      Jika rangkaian pada sebuah operasi tidak diubah maka penggunaan PLC lebih mahal dibanding dengan peralatan kontrol lainnya. PLC akan menjadi lebih efektif bila program pada proses tersebut di-upgrade secara periodik.

      Bagian-Bagian PLC

      Sistem PLC terdiri dari lima bagian pokok, yaitu:

      Central processing unit (CPU).

      Bagian ini merupakan otak atau jantung PLC, karena bagian ini merupakan bagian yang melakukan operasi / pemrosesan program yang tersimpan dalam PLC. Disamping itu CPU juga melakukan pengawasan atas semua operasional kerja PLC, transfer informasi melalui internal bus antara PLC, memory dan unit I/O. Bagian CPU ini antara lain adalah : Power Supply, power supply mengubah suplai masukan listrik menjadi suplai listrik yang sesuai dengan CPU dan seluruh komputer. q  Alterable Memory, terdiri dari banyak bagian, intinya bagian ini berupa chip yang isinya di letakkan pada chip RAM (Random Access Memory), tetapi isinya dapat diubah dan dihapus oleh pengguna / pemrogram. Bila tidak ada supplai listrik ke CPU maka isinya akan hilang, oleh sebab itu  bagian ini disebut bersifat volatile,  tetapi ada juga bagian yang tidak bersifat volatile. q  Fixed Memory, berisi program yang sudah diset oleh pembuat PLC, dibuat dalam bentuk chip khusus yang dinamakan ROM (Read Only Memory), dan tidak dapat diubah atau dihapus selama operasi CPU, karena itu bagian ini sering dinamakan memori non-volatile yang tidak akan terhapus isinya walaupun tidak ada listrik yang masuk ke dalam CPU. Selain itu dapat juga ditambahkan modul EEPROM atau Electrically Erasable Programmable Read Only Memory yang ditujukan untuk back up program utama RAM prosesor sehingga prosesor dapat diprogram untuk meload program EEPROM ke RAM jika program di RAM hilang atau rusak [6]. q  Processor, adalah bagian yang mengontrol supaya informasi  tetap jalan dari bagian yang satu ke bagian yang lain, bagian ini berisi rangkaian clock, sehingga masing-masing transfer informasi ke tempat lain tepat sampai pada waktunya q  Battery Backup, umumnya CPU memiliki bagian ini. Bagian ini berfungsi menjaga agar tidak ada kehilangan program yang telah dimasukkan ke dalam RAM PLC jika catu daya ke PLC tiba-tiba terputus.

      Programmer / monitor (PM)

      Pemrograman dilakukan melalui keyboard sehingga alat ini dinamakan Programmer. Dengan adanya Monitor maka dapat dilihat apa yang diketik atau proses yang sedang dijalankan oleh PLC. Bentuk PM ini ada yang besar seperti PC, ada juga yang berukuran kecil yaitu hand-eld programmer dengan jendela tampilan yang kecil, dan ada juga yang berbentuk laptop. PM dihubungkan dengan CPU melalui kabel. Setelah CPU selesai diprogram maka PM tidak dipergunakan lagi untuk operasi proses PLC, sehingga bagian ini hanya dibutuhkan satu buah untuk banyak CPU. 

      Modul input / output (I/O)

      Input merupakan bagian yang menerima sinyal elektrik dari sensor atau komponen lain dan sinyal itu dialirkan ke PLC untuk diproses. Ada banyak jenis modul input yang dapat dipilih dan jenisnya tergantung dari input yang akan digunakan. Jika input adalah limit switches dan pushbutton dapat dipilih kartu input DC. Modul input analog adalah kartu input khusus yang menggunakan ADC (Analog to Digital Conversion) dimana kartu ini digunakan untuk input yang berupa variable seperti temperatur, kecepatan, tekanan dan posisi. Pada umumnya ada 8-32 input point setiap modul inputnya. Setiap point akan ditandai sebagai alamat yang unik oleh prosesor.Output adalah bagian PLC yang menyalurkan sinyal elektrik hasil pemrosesan PLC ke peralatan output. Besaran informasi / sinyal elektrik itu dinyatakan dengan tegangan listrik antara 5 – 15 volt DC dengan informasi diluar sistem tegangan yang bervariasi antara 24 – 240 volt DC mapun AC. Kartu output biasanya mempunyai 6-32 output point dalam sebuah single module. Kartu output analog adalah tipe khusus dari modul output yang menggunakan DAC (Digital to Analog Conversion). Modul output analog dapat mengambil nilai dalam 12 bit dan mengubahnya ke dalam signal analog. Biasanya signal ini 0-10 volts DC atau 4-20 mA. Signal Analog biasanya digunakan pada peralatan seperti motor yang mengoperasikan katup dan pneumatic position control devices.Bila dibutuhkan, suatu sistem elektronik dapat ditambahkan untuk menghubungkan modul ini ke tempat yang jauh. Proses operasi sebenarnya di bawah kendali PLC mungkin saja jaraknya jauh, dapat saja ribuan meter. Ø  Printer. Alat ini memungkinkan program pada CPU dapat di printout atau dicetak. Informasi yang mungkin dicetak adalah diagram ladder, status register, status dan daftar dari kondisi-kondisi yang sedang dijalankan, timing diagram dari kontak, timing diagram dari register, dan lain-lain.

      The Program Recorder / Player.
      Alat ini digunakan untuk menyimpan program dalam CPU. Pada PLC yang lama digunakan tape, sistem floopy disk. Sekarang ini PLC semakin berkembang dengan adanya hard disk yang digunakan untuk pemrograman dan perekaman. Program yang telah direkam ini nantinya akan direkam kembali ke dalam CPU apabila program aslinya hilang atau mengalami kesalahan.

      Untuk operasi yang besar, kemungkinan lain adalah menghubungkan CPU dengan komputer utama (master computer) yang biasanya digunakan pada pabrik besar atau proses yang mengkoodinasi banyak Sistem PLC .


      Konsep Perancangan Sistem Kendali dengan PLC


      Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis dengan prosedure sebagai berikut :

      1. Rancangan Sistem Kendali

             Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang sering secara umum disebut dengan controlled system.

      2. Penentuan I/O

      Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain.

      3. Perancangan Program (Program Design)

      Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan  dengan proses merancang program dalam bentuk ladder diagram dengan mengikuti aturan dan urutan operasi sistem kendali.

      4. Pemrograman (Programming)

      5. Menjalankan Sistem (Run The System)

      Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk dijalankan.

      Sabtu, 17 Januari 2015

      Jurusan kuliah dengan prospek bagus

      Jurusan-jurusan, yang prospeknya bagus 5 tahun ke depan, dan gajinya tinggi
      1. Jurusan Teknik Perminyakan
      Lulusan jurusan ini yang memiliki pengalaman kerja dua tahun (atau disebut PayScale sebagai pemula), rata-rata dibayar USD97.900 atau setara dengan Rp828,9 juta per tahun. Sementara yang sudah pengalaman selama 15 tahun (mid-career), dibayar USD155 ribu atau setara dengan Rp1,3 miliar per tahun.
      2. Jurusan Teknik Kimia
      Tingkat pemula jurusan ini rata-rata dibayar USD64.500 atau setara dengan Rp546 juta per tahun. Sementara mid-carrer rata-rata dibayar USD109 ribu atau setara dengan Rp922,9 juta per tahun.

      3. Teknik Listrik
      Lulusan teknik listrik yang pemula rata-rata dibayar USD61.300 atau setara dengan Rp519 juta per tahun. Sementara yang mid-career dibayar USD103 ribu atau setara dengan Rp872,1 juta per tahun.
      4. Material Science
      Lulusan jurusan ini dibayar rata-rata USD60.400 atau setara dengan Rp511,4 juta per tahun (untuk pemula) dan USD103 ribu (Rp872 juta) per tahun untuk tingkat mid-career.
      5. Teknik Penerbangan
      Lulusan jurusan ini dibayar rata-rata USD60.700 atau setara dengan Rp513,9 juta per tahun (untuk pemula) dan USD102 ribu atau setara dengan Rp863,6 juta per tahun (untuk mid-career).
      6. Teknik Komputer
      Untuk lulusan pemula, rata-rata dibayar USD61.800 atau setara dengan Rp523,3 juta per tahun. Sementara yang mid-career dibayar USD101 ribu atau setara dengan Rp855,2 juta per tahun.
      7. Ilmu Fisika
      Lulusan jurusan ini yang pemula rata-rata dibayar USD49.800 (Rp421,6 juta) per tahun sementara untuk yang mid-career dibayar USD101 ribu (Rp855,2 juta) per tahun.
      8. Matematika Terapan
      Lulusan jurusan ini rata-rata dibayar USD52.600 (Rp445,4 juta) per tahun untuk pemula. Sementara untuk mid-career rata-rata dibayar USD98.600 (Rp834,8 juta) per tahun.
      9. Ilmu Komputer
      Untuk pemula lulusan jurusan ini, rata-rata dibayar USD56.600 (Rp479,3 juta) per tahun. Sementara yang mid-career rata-rata dibayar USD97.900 (Rp829 juta) per tahun.
      10. Teknik Nuklir
      Lulusan pemula rata-rata dibayar USD65.100 (Rp551,2 juta) per tahun. Sementara untuk yang mid-career rata-rata dibayar USD97.800 (Rp828,1 juta) per tahun.
      11. Teknik Biomedical
      Lulusan jurusan ini yang pemula rata-rata dibayar USD53.800 (Rp455,5 juta) per tahun. Sementara mid-career rata-rata dibayar USD97.800 (Rp828 juta).
      12. Ekonomi
      Untuk pemula, rata-rata dibayar USD47.300 (Rp400 juta lebih) sementara yang mid-career dibayar USD94.700 (Rp801 juta lebih) per tahun.
      13. Teknik Mesin
      Lulusan pemula jurusan ini rata-rata dibayar USD58.400 (Rp494 juta lebih) per tahun sementara yang mid-career dibayar USD94.500 (Rp800 juta lebih) per tahun.
       sumber : Wisnu EkoSBMPTN 2015

      Contoh Kata Pengantar Laporan Prakerin

      Pada kesempatan di pagi kali ini saya akan membagikan contoh kata pengantar yang baik untuk laporan prakerin yang banyak sobat yang masih bi...